Welcome, Beauties!
Di kali keduaku
menulis blog ini, aku akan review
Kojie San Face Lightening Cream. By the
way tipe kulitku combination-sensitive
dan cukup acne-prone. Aku pakai cream ini sebagai moisturizer. Oh iya, krim ini juga nggak ber-spf jadi jangan lupa
pakai sunscreen ya, Beauties!
Honestly saat pertama kali aku tau tentang Krim
Kojie San ini, aku merasa ragu banget karena it contains Coconut Oil yang katanya comedogenic. Tapi karena aku memang lagi cari moist yang teksturnya lebih thick
(saat itu kulitku lagi super kering dan aku merasa moistku sebelumnya kurang menghindrasi) dan untuk dari seri harga,
aku juga cari yang lebih affordable.
Jadi aku memberanikan diri untuk mencoba karena you will never know if you never try.
Pada kemasannya,
Kojie San Face Lightening Cream ini claim
kalo dia bisa mencerahkan. Cream ini mengandung Niacinamide yang bisa
melembabkan kulit, mencerahkan, menyamarkan noda hitam dan membantu memperbaiki
skinbarrier –correct me if I’m wrong. Foto di bawah ini adalah kondisi kulitku
sebelum mencoba Kojie San Cream. Saat itu aku lagi acne treatment yang membuat kulitku dehidrasi (dari Juni-sekarang
aku struggling breakout karena nggak
cocok pake cleansing oil).
(12 Agustus
2020)
Pada foto di
atas juga banyak dry patches di
mukaku yang membuat kulitku terasa ketarik. Saat aku udah beli Kojie San Cream
ini, jujur aku masih merasa ragu karena dulu dokter kulitku pernah bilang, “Jangan
pakai produk yang mencerahkan saat kulit lagi jerawatan.”.
Akhirnya aku
ingat saran dokterku kalo mencoba produk baru sebaiknya dicoba di kulit lengan
atas bagian dalam dulu (karena kulitnya tipis). Kalo dalam 24 jam nggak
mengalami panas, gatal, dan kemerahan maka boleh coba di muka. Setelah aku
yakin kalo kulit lengan atasku baik-baik aja setelah 24 jam (lol) pada tanggal 13
Agustus 2020 aku coba pake di kulit muka.
Seperti yang aku
bilang, krim ini memang punya tekstur yang thick
jadi menurutku mungkin cream ini
nggak akan cocok di kulit oily karena
akan terasa terlalu greasy. Setelah pemakaian
dalam waktu dua minggu, untungnya cream ini
nggak bikin kulitku tambah breakout
malah dia membuat kulitku terhidrasi dengan sangat baik. Untuk claim mencerahkannya nggak terlalu
terasa di aku. Apalagi menyamarkan noda hitamnya, I don’t think so. Kulitku udah nggak terasa ketarik lagi dan dry patchesku hilang, that’s enough for me.
Repurchase? Yes.
(2 September
2020)
Last but not least, aku pernah baca
di suatu forum kalo basic skincare
(cleanser, moist, sunscreen) itu penting banget. Jadi menurutku penting juga
untuk kita untuk punya tiga produk esensial tersebut yang benar-benar cocok di
kalian. karena kadang, kulit kita bisa jerawatan karena terlalu kering atau terlalu lembab. But I’m not an expert, aku cuma
mau berbagi pengalamanku ke kalian aja dan apa yang cocok di aku belum tentu
cocok di kalian and vice versa.
See you,
Beauties!



Comments
Post a Comment